Text
Misteri Kolam Yang Dangkal
Ketika pada tahun 1909 Jan van Mees membangun rumah impiannya di desa Ngadisari dengan latar belakang Gunung Bromo, ia tidak membayangkan bahwa rumah itu akan menjadi tempat terjadinya begitu banyak tragedi. Masa berlalu....
Di tengah-tengah kebun belakang rumah ini, yang panjangnya sekitar tujuh puluh meter, terdapat sebuah kolam yang dinaungi dua batang pohon besar. Dan pada suatu senja mereka menemukan sesosok mayat terapung di sana... inilah permulaan serangkaian kejadian di Weltevreden.
Kelima orang anak, dua orang menantu, dan tujuh orang cucu Pak Sosro sedang berada di rumah itu untuk merayakan ulang tahunnya dan mendengarkan pembagian warisannya. Tiba-tiba anak sulung Pak Sosro yang menerima bagian warisan terbesar ditemukan tidak bernyawa. Siapakah yang telah membunuhnya?
Kosasih dan Gozali yang datang ke Weltevreden ternyata mendapatkan terlalu banyak tersangka. Seorang perawan tua yang sempat bertengkar dengan korban beberapa jam sebelum kematiannya, seorang kemenakan cacat yang pernah mau memukul kepala korban dengan alu, seorang adik yang akan mewarisi seluruh hak korban jika ia meninggal, dan seorang perempuan muda yang menjalin hubungan gelap dengan korban. Pengurustan belum lagi selesai ketika menyusul musibah kedua dan ketiga.
Salah satu dari mereka yang sekarang berada di Weltevreden ini pasti adalah orang yang mengakibatkan semua kematian ini. Salah satu -tapi siapa?
Sumber-GOOGLE
Tidak tersedia versi lain