Perpustakaan RBA

Pustaka Daya

  • Beranda
  • Kunjung
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Relawan
  • Masuk
    Area Anggota Admin Daftar
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Revolusidari Secangkir Kopi
Penanda Bagikan

Text

Revolusidari Secangkir Kopi

Didik Fotunadi - Nama Orang;

Didik, seorang anak muda, lulusan SMA, dari keluarga sederhana, dari sebuah desa kecil di pinggiran kota Blitar, datang ke ITB di Bandung. Sedari dini sang ibu menasihati: kuliahlah yang rajin, tidak usah ikut-ikutan demo, supaya bisa lulus cepat, dapat pekerjaan bagus, dan hidup bercukupan.

Tapi, garis linier semacam itu tidak ada di pikiran seorang Didik. Sedari SMA, dia telah diracuni oleh sebuah ide untuk aktif di dunia kemahasiswaan, melalui sebuah buku pledoi mahasiswa ITB dalam peristiwa 5 Agustus 1989. Di samping itu, benih kepekaan sosial telah tumbuh saat menangkap kepahitan hidup di kampungnya dan rentetan kejadian tragis yang dialami teman-teman dekatnya.

Berbekal ide itu, tidak heran jika jalan hidup seorang Didik berbeda dari kebanyakan mahasiswa lain di eranya. Sejak awal dia mencari dan menceburkan diri ke dalam arus gerakan mahasiswa di kampus. Spirit itu menemukan momentumnya oleh sejumlah kejadian penting di kampus: kasus skorsing, aksi bakar KTM, doktrin PPLK, pesta wisuda, kaderisasi PSIK, dan diksar himpunan GEA. Peristiwa-peristiwa itu memaksanya mengalami perang batin antara kesetiaan di jalur pergerakan mahasiswa dan pesan sang ibunda tentang jalur murni belajar di kampus.

Namun, pelan-pelan dia memahami, gerakan besar dan masif hanya mungkin dimulai dari langkah-langkah kecil. Bahkan langkah kecil itu dimulai dari pertemuan satu-dua orang, ngobrol ngalor-ngidul. Pendeknya, revolusi itu bisa datang dari obrolan secangkir kopi.

Dengan kesadaran itu, dia bergerak di level himpunan jurusan, di tingkat universitas, lalu jaringan antaruniversitas, hingga berpuncak pada pendudukan gedung DPR-MPR yang mempercepat kejatuhan Soeharto. Dia, bersama ribuan anak-anak muda lain, telah menjadi bagian dari sejarah Indonesia.

Novel ini tidak hanya bercerita tentang heroisme gerakan kemahasiswaan, tetapi juga pergulatan pribadi Didik dalam pencarian jati diri, kemurnian persahabatan dan cinta, dan ikatan emosi serta tanggung jawab orangtua dan anak.

Show more


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi 899.221 3 DID r
RB04135A
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
899.221 3 DID r
Penerbit
Bandung : pt mizan pustaka., 2014
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-433-852-0
Klasifikasi
899.221 3 DID r
Tipe Isi
text
Tipe Media
unmediated
Tipe Pembawa
unspecified
Edisi
Cetakan 1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan RBA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Ruang Belajar Aqil (RBA) merupakan suatu taman baca masyarakat (Community Library) yang menjadi salah satu bagian layanan Ruang Belajar Aqil. 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Ruang Belajar Aqil

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?