Text
Rumah Idaman
"Di mana kami bisa mandi?" tanya Allah.
"Di belakang, kamar mandi umum," kata Nek Resmi, bibi Ummi sebagai pemilik rumah itu.
"Artinya, kalian harus bergantian memanfaatkannya. Karena di sini banyak orang yang menyewa," jelas Nek Resmi.
Ah, andai masih tinggal di kampung, tentu tak akan sesusah ini, pikir Atikah.
Atikah dengan keluarganya harus pindah ke kota. Tapi kehidupan di kota tidak seenak ketika mereka masih di kampung. Teman-temannya pun tidak seramah teman-teman di kampung.
Mereka harus menampung di rumah Nek Resmi. Harapan untuk mempunyai rumah sendiri selalu terucap dalam doa-doa Atikah. Rumah idaman. Bisakah harapan itu terwujud?
Sumber: Google
Tidak tersedia versi lain