Text
Ayah Menyayangi Tanpa Akhir
Novel ini menceritakan perjuangan seorang ayah, Arjuna Dewangga dalam mengobati penyakit dan menyembuhkan anaknya, Rajendra Mada Prawira, yang melawan penyakit kanker otak yang sangat ganas. Kanker otak biasanya agresif dan berakibat pada kematian dalam rentang waktu yang singkat. Rencana perawatan Mada dapat memperpanjang kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu yang pendek.
Juna, seorang single parent sangat terpukul dengan penyakit anaknya itu. Semenjak istrinya, Keisha Mizuki meninggal saat melahirkan Mada, Juna merawat Mada sendiri. Keluarga Juna tak menerima Mada karena saat itu Juna menikahi gadis Jepang yang ditemuinya. Karena keluarga Juna seorang bangsawan di Solo, mereka menentang Jepang yang pernah menjajah Indonesia dulu.
Meskipun begitu, Juna tak henti-hentinya melakukan hal terbaik untuk kesembuhan Mada. Ia rela menghabiskan uang berapapun agar Mada bisa sembuh. Juna yang hanya seorang apoteker, mencari obat yang bisa menyembuhkan Mada, apapun itu.
Hari itu Mada mengikuti perlombaan mobil balap, katanya ia sudah baik-baik saja. Ayahnya terus mendukungnya. Mada dapat membawa mobil itu sampai ke garis finish dan dapat menyabet gelar juara. Namun takdir berkata lain, Mada terkulai lemas tanpa kesadaran. Wajahnya pucat, namun menyiratkan senyum. Matanya sayu dan terkatup pelan di pangkuan Juna. Sirkuit Rorotan Kirana Legacy, tempat terakhir mereka menjalani kebersamaan. Mada telah kembali ke sang pemilik sesungguhnya. Ia pergi dengan penuh kemenangan dan ketenangan.
Sumber: Google
Tidak tersedia versi lain