Text
Biarkan Aku Memulai
Bagi Pakde Wongso, acara tujuh hari , seratus hari , atau bahkan seribu hari sebagai doa untuk orang yang meninggal, mengharuskan adanya sesaji. Padahal dalam Islam hal-hal berbau syirik semacam itu sama sekali tidak diperkenankan.
Akan tetapi, Pakde Wongso tidak mau peduli. Pakde Wongso tetap mengharapkan ada sesesaji ketika adiknya -- yang juga bapaknya Nunik -- meninggal. Karena kalau tidak ada sesaji, akan memalukan keluarga.
Dengan penuh kesabaran, Nunik mencoba memberi pengertian kepada Pakde Wongso, tetapi Pakde Wongso malah menganggapnya sableng ! Simbok, yang sudah kuyu dan letih, hanya mampu menangis dan meminta Nunik untuk tidak mendebat Pakde Wongso.
Lalu, apa yang dilakukan Nunik kemudian ? Akankah dia tetap pada pendiriannya dengan menanggung risiko ? Atau sebaliknya?
Bersama Biarkan Aku Memulai , ada cerita-cerita lain yang membuat kita tercerahkan kembali akan keislaman dan keimanan kita.
Sumber-GOOGLE
Tidak tersedia versi lain