Text
Sketsa Putih
Seringkali kita yang masih waras lupa pada kegilaaan kita. sehingga orang gila dianggap tetap gila meskipun dia berbuat benar. Hal itu yang saat ini terjadi di depan mata Nurul. Pada Mulanya Nurul tidak peduli pada Mbah Braok, begitu perempuan gila itu biasa dipanggil. Akan tetapi, melihat kelakuan anak-anak kecil yang sering menggodanya, juga pemuda , serta warga kampung marah mendengarnya ceracaunya, perasaan Nurul tersentuh juga.
Mbah Braok tidak sama dengan orang gila pada umumnya, setidaknya menurut pandangan mata jiwa Nurul. Sisi-sisi kemanusiaan yang seringkali muncul menjadikan Nurul bertanya-tanya apa yang menyebabkan dia gila seperti itu. Di saat memulai perkenalan itu tiba-tiba warga kampung seolah tidak peduli lagi dengan Mbah Braok. Mereka benar-benar ingin mengusir jauh-jauh dari tempat mereka tinggal. Apa yang harus dilakukan Nurul? Mencegahnya atau membiarkannya pergi hingga semakin tak terawat?
Sumber-Buku
Tidak tersedia versi lain