Ketika pasukan Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, keluarga Rita la Fontaine tahu bahwa kehidupan mereka akan segera berubah. Seperti orang-orang keturunan Belanda lainnya, mereka pasti akan menjadi tawanan perang. Kecemasan mereka yang terbesar adalah bahwa Rita, satu-satunya anak perempuan dalam keluarga, akan dipaksa menjadi "wanita penghibur" tentara-tentara Jepang. Demi keselamatan…
Told in her own words, here is the true story of a girl who posed as a boy during World War II — and dared to speak up for her fellow prisoners of war. With the Japanese army poised to invade their Indonesian island in 1942, Rita la Fontaine’s family knew that they and the other Dutch and Dutch-Indonesian residents would soon become prisoners of war. Fearing that twelve-year-old Rita wou…